Kanker serviks jadi penyebab kematian perempuan nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Setiap dua menit, satu perempuan meninggal karena kanker ini. Di negara berkembang seperti Indonesia, kanker serviks jadi salah satu penyebab utama kematian.
Ketua Umum Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof. Andrijono, Sp.OG(K) menjelaskan, hasil penelitian RSCM menunjukkan untuk setiap 1.000 orang yang menjalani skrining kanker serviks, ditemukan 1 penderita.
Hingga 2016, baru sekitar 1,5 juta perempuan usia 30-50 tahun yang menjalani skrining kanker serviks (bersama kanker payudara) dari target 37 juta perempuan usia 30-50 tahun. Cakupan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA hanya 3,5 persen. (Syanne Susita, CNN Indonesia, Senin, 17/04/2017 12:22 WIB)
Pemeriksaan kanker Serviks dengan metode IVA digunakan untuk mendeteksi kanker secara dini. Sebenarnya apa itu Pemeriksa IVA? Apa tujuan dilakukan pemeriksaan IVA? dan siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan IVA? Mari kita simak ulasan berikut.
APA ITU PEMERIKSAAN IVA?
IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker Serviks (leher rahim) sedini mungkin. Dilakukan dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%.
Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada peruabahn warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker. Wanita yang dianjurkan untuk tes IVA yaitu usia 30-50 tahun.
APA KELEBIHAN PEMERIKSAAN IVA?
- Mudah dan praktis
- Dapat dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan
- Alat-alat yang dibutuhkan sederhana
- Sesuai untuk pusat pelayanan sederhana
APA TUJUAN PEMERIKSAAN IVA?
- Untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan
- Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim
SYARAT MENGIKUTI TEST IVA?
- Sudah pernah lakukan hubungan seks
- Tidak sedang haid/datang bulan
- Tidak sedang hamil
- 24 jam sebelumnya tidak lakukan hubungan seks
TEMPAT PELAYANAN IVA
IVA bisa dilakukan di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan dan yang bisa melakukan pemeriksaan IVA diantaranya oleh :
- Perawat terlatih
- Bidan
- Dokter umum
- Dokter spesialis kandungan
KATEGORI IVA
- IVA Negatif : leher rahim normal
- IVA Radang : leher rahim dengan radang atau kelainan jinak lainnya.
- IVA Positif : ditemukan bercak putih
- IVA Kanker serviks : ditemukan sel kanker
PENATALAKSANAAN IVA
- Jika ditemukan bercak putih/kelainan pra kanker maka dilakukan pengobatan dengan metode krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas C02 atau N2 ke leher rahim.
- Metode kroterapi adalah membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas C02) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat.
Ayo lakukan deteksi dini Kanker Leher Rahim melalui Pemeriksaan IVA yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan professional setiap hari Rabu di Puskesmas Oebobo. Salam Sehat.







