
PuskesmasOebobo Kupang
Kelurahan Oebobo
Kecamatan Oebobo-Kota Kupang
Nusa Tenggara Timur
Hari Asma Sedunia diperingati tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Tanggal 5 Mei 2021 kita berhadapan dengan pandemi covid-19. Salah satu kelompok yang dinilai rentan mengembangkan kondisi yang parah saat terinfeksi COVID-19 adalah penderita asma. Lalu. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penderita asma sedang hingga berat kemungkinan berisiko lebih tinggi mengembangkan komplikasi dari COVID-19. Covid-19 memengaruhi saluran pernapasan penderitanya. Akibatnya, serangan asma mungkin tidak dapat dihindari hingga menyebabkan pneumonia dan penyakit pernapasan akut. Apa saja yang perlu dipersiapkan bagi penderita asma untuk menghadapi pandemi covid-19?
Salah satu tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Sama seperti masyarakat pada umumnya, berada di rumah bisa membantu memperlambat penyebaran virus.
Apabila Anda menderita asma dan tidak perlu pergi ke kantor atau bekerja di luar rumah, usahakan untuk ke luar hanya untuk kepentingan di bawah ini:
Selain mengurangi pergi ke luar, menghindari menyentuh wajah saat tangan belum dicuci pun diperlukan. Bahkan, sebaiknya Anda menggunakan tisu untuk menyeka hidung ketika bersin atau batuk.
Bagi para penderita asma, pandemi COVID-19 membuat mereka harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, gejala COVID-19 terlihat mirip dengan gejala asma, sehingga membedakannya pun mungkin terasa sulit.
Hal ini dikarenakan ketika penderita asma mengalami infeksi pada saluran pernapasan, gejala asma mereka akan muncul.
Oleh karena itu, tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan beberapa langkah menangani gejala asma yang sederhana selama pandemi, seperti:
Dengan demikian, Anda bisa melewati hari-hari dengan tenang selama pandemi COVID-19 ini berlangsung karena adanya panduan saat serangan asma terjadi.
Selain menyiapkan obat-obatan dan rencana saat serangan asma terjadi, penderita asma pun perlu membersihkan barang dengan disinfektan, terutama saat COVID-19 berlangsung.
Bila memungkinkan, usahakan meminta bantuan orang lain yang tidak menderita asma untuk membersihkan barang menggunakan disinfektan. Pasalnya, bahan-bahan pada disinfektan memungkinkan Anda untuk mengalami serangan asma, sehingga lebih baik minta bantuan orang lain.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asma saat membersihkan barang dan ruangan dengan disinfektan.
Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan penderita asma terkena infeksi COVID-19. Apabila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengembangkan gejala COVID-19, yaitu:
Penggunaan inhaler memang dapat membantu Anda meredakan gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Namun, pemakaian inhaler mungkin tidak dapat membantu meringankan gejala yang disebabkan oleh COVID-19, seperti sesak napas.
disadur dari : hellosehat.com, alodokter.com
Staf Administrasi pada UPTD Puskesmas Oebobo
puskesmasoebobo@yahoo.com | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.